Soft Diplomacy Lewat Budaya

Soft Diplomacy Lewat Budaya

- detikNews
Selasa, 29 Jul 2008 04:27 WIB
Kuala Lumpur - Jumlah pelajar Indonesia yang studi di luar negeri tidak terbilang. Keberadaan mereka sebenarnya sangat membantu pemerintah Indonesia, terutama dalam membangun citra Indonesia yang baik dan bermartabat di mata dunia internasional.

Peran tersebut dapat dilakukan dalam berbagai hal. Upaya ikut serta membangun citra dan hubungan baik di tingkat internasional bisa juga disebut upaya diplomatik. Karena itu, mahasiswa pun bisa berperan menjadi 'diplomat' RI di luar negeri. Sebab peran diplomatik tidak melulu menjadi tugas kementrian luar negeri.

Inilah yang dilakukan mahasiswa Indonesia di Malaysia dalam ikut serta membangun citra dan martabat bangsa di luar negeri dengan melakukan promo budaya Indonesia berskala internasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdiplomasi bukan lagi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan tanggung jawab seluruh komponen bangsa termasuk para mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di negara orang," ujar Ketum Persatuan Pelajar (PPI) Malaysia, Irfan Syauki Beik dalam sambutan pembukaan Malam Budaya Indonesia "Sparkling Indonesia" di Universitas Sains Malaysia (USM), Penang, Malaysia, Senin (28/7/2008).

Irfan mengatakan, pelaksanaan kegiatan budaya semacam di luar negeri merupakan salah satu bentuk soft diplomacy yang harus terus menerus dikembangkan oleh warga negara Indonesia di negara manapun. Apalagi kegiatan tersebut, menurut mantan presiden BEM IPB ini, ditujukan bagi para mahasiswa negara lain yang notabene akan menjadi pemimpin masa depan di negara mereka masing-masing.

"Sekaranglah saatnya era people to people diplomacy, dimana kita semua dituntut untuk menampilkan citra positif bangsa semaksimal mungkin. Kegiatan ini diharapkan menjadi jembatan untuk mempererat komunikasi dan menumbuhkan kebersamaan dan saling pengertian antar bangsa," cetusnya.

Kepala KJRI Penang, Munir Adi Sunanda mengatakan perwakilan RI di Penang merasa bangga dengan kegiatan yang dapat memberikan nuansa baru dan memberikan gambaran yang lebih baik tentang Indonesia tersebut.

Ini sejalan dengan misi pemerintah yang menjadikan tahun 2008 ini sebagai Visit Indonesia Year," pungkasnya.

Ketua panitia, Vega Aulia menjelaskan, pementasan kebudayaan untuk mempromosikan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat internasional tersebut dihadiri lebih dari 600 perserta dari berbagai negara terutama Timur Tengah dan ASEAN.

Bahkan mahasiswa dari President University Bekasi turut hadir menampilkan berbagai tarian dan kesenian tradisional Indonesia. Beberapa tarian tradisional yang dipentaskan adalah tari saman, tari ekoprawiro, penunjukkan wayang, promo batik, pementasan musik angklung, dan beberaka kesenian daerah lainnya.

Acara pun semakin meriah dengan pembacaan puisi berbahasa Indonesia yang disumbangkan oleh salah seorang mahasiswa asal Ghaza, Palestina bernama Ismail. Ia mengaku bahwa puisi yang berjudul "Mengapa Aku Perlu Kamu?" adalah hasil karyanya yang menggambarkan perasaan isi hatinya tentang Indonesia. (rmd/irw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads