SBY tiba di rumah duka, Jl Sukabumi No 15, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/7/2008) sekitar pukul 22.35 WIB. SBY terlihat didampingi oleh Ibu Ani Bambang Yudhoyono.
Mengenakan baju batik hitam, SBY kemudian mengisi buku tamu dan masuk ke dalam rumah duka. Usai melayat, SBY menyampaikan kesannya terhadap almarhum semasa masih hidup, terutama saat menjalankan tugas sebagai Wantimpres bidang ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SBY mengatakan, Sjahrir memiliki analisa yang tajam. Apabila berbicara seringkali blak-blakan, namun dengan tetap menawarkan solusi, baik dalam isu-isu ekonomi maupun yang lain.
"Pandangannya direct (langsung), kata-katanya apa adanya. Dan juga dia sering mengeluarkan pemiliran-pemikiran yang belum terpikirkan sama sekali. Saya rasa saya telah kehilangan seorang putra terbaik bangsa," imbuh SBY.
Sebagai ekonom, lanjut SBY, pemikiran Sjahrir yang dituangkan ke dalam buku telah memperkaya teori-teori ekonomi Indonesia. Dia berharap, buku-buku tersebut betul-betul dirawat dengan baik dan menjadi bacaan siapapun yang ingin mengenal Sjahrir.Β
(irw/irw)











































