Aksi mogok makan itu dilakukan sejak tiga hari lalu. Pada Senin (28/7/2008), kondisi mulai mengkhawatirkan. Bahkan dua pemogok makan kondisi kesehatannya mulai memprihatinkan, yakni Ny. Suparni (55) dan H. Selamet (82).
Mogok makan itu dilakukan sejak Sabtu (26/7/2008), sebagai bentuk protes warga karena pihak kepolisian dan pemerintah dinilai tidak berpihak terhadap masyarakat kecil. Sariana, putri Ny, Suparni, menyatakan mengatakan, kondisi kesehatan ibunya menurun drastis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diberitakan seratusan warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Masyarakat Ingin Makmur (KTMIM) terlibat bentrok dengan pekerja PT. Buana Estate, Jumat (25/7/2008). Bentrokan bermula saat warga berusaha menghadang pekerja PT. Buana Estate yang ingin memanen sawit diatas lahan seluas 70,3 hektar di Desa Cinta Raja, Secanggang, sekitar 75 kilometer dari Medan. Akibatnya sejumlah warga diamankan polisi.
Ketua KPMIM Hardimo mengatakan, sejauh ini belum ada upaya hukum yang dilakukan untuk mengeluarkan 29 warga dari tahanan Polres Langkat. Dia juga tidak dapat memastikan, hingga kapan warga akan melakukan mogok makan dalam tahanan Polres Langkat.
"Tidak tahu sampai kapan. Maunya sampai warga dibebaskan," ujar Hardimo.
(rul/djo)











































