"Bagi saya pribadi Sjahrir adalah adik dan sahabat seperjuangan dalam suka dan suka. Kami pernah sama-sama dipenjara dalam kasus Peritiwa Malari," kata Buyung di Kantor Wantimpres, Jl Veteran III, Jakarta, Senin (28/7/2008).
Puluhan tahun berteman, sudah pasti keduanya pernah berbeda pendapat dalam banyak hal. Tapi perbedaan pandangan yang tidak jarang sangat drastis dan berujung pada perdebatan sengit tersebut sama sekali tidak merusak hubungan pribadi mereka.
"Kalau ada perbedaan, cross sebentar lalu bersama lagi. Soalnya ada ikatan batin kuat," ujar pengacara senior itu.
Bagi Buyung, ciri khas Sjahrir, selalu kritis dan bicara blak-blakan.Β Sikapnya tersebut tidak luntur ketika menyampaikan pandangan pada Presiden SBY sebagai anggota dewan pertimbangan presiden untuk urusan ekonomi dan moneter.
Masa terakhir Sjahrir di aktif wantimpres adalah ketika pemerintah menggodog kebijakan menaikkan harga BBM. Sepanjang pengetahuan Buyung, rekannya tersebut sangat menekankan bahwa kenaikan harga BBM membawa dampak merusak yang sangat jauh.
"Beliau aktif sekali memberi memo ke presiden. Bukan main beliau prihatin dengan sikap beberapa menteri yang kurang memahami persoalan kenaikan BBM ini," imbuhnya. (lh/asy)











































