"Kalau mau jantan, tantanglah dalam sebuah tukar pikiran. Yang muda jangan bersembunyi di balik layar. Majulah dengan gagah berani dan ksatria," kata Amin usai deklarasi KPKN di Gedung GBHN Komplek MPR Senayan, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (28/7/2008).
Menurut Amien, bertarung bebas tanpa membedakan antara yang tua dan yang muda dinilai paling pas untuk Pilpres 2009. Karena itu, sebaiknya antar calon lebih mengedepankan kampanye program dari pada menyerang individu berdasarkan umur dan kemampuan.
"Saya melihat yang tua itu juga agak tersinggung, belum apa-apa kok sudah tidak boleh bertanding. Sementara yang muda mungkin juga geregetan karena yang tua kok masih maju lagi. Tetapi kalau kita mau fair, pertandingan bebas aja. Jadi ini arena yang sangat luas, panggung nasional. Semua anak bangsa menyaksikan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau yang tua terpilih, yang lebih senior menang, ya apa boleh buat. Tapi kalau yang terpilih calon yang umurnya kepala 4 atau kepala 5, ya tidak boleh diratapi karena itu kemauan rakyat," pinta Amin.
"Jadi sekarang yang muda majulah, berdeklarasilah, buatlah program, buatlah aksi yang konkret. Demikian juga kalau yang tua-tua mau maju, jangan hanya berhenti pada normatifisme dengan hanya menghimbau dan lain-lain. Apa yang lebih kongkret untuk bangsa ini. Biarlah rakyat yang menentukan pilihan," pungkas Amien.
(yid/ana)










































