Disuruh Pelukan, JK Tersenyum Lebar, Akbar Tersenyum Tipis

Disuruh Pelukan, JK Tersenyum Lebar, Akbar Tersenyum Tipis

- detikNews
Senin, 28 Jul 2008 10:57 WIB
Disuruh Pelukan, JK Tersenyum Lebar, Akbar Tersenyum Tipis
Jakarta - Kongres HMI ke-26 di Hotel Novotel Palembang membawa pencerahan pada Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla dan pendahulunya Akbar Tanjung. Keduanya berjabat tangan dan saling melempar senyum.

Dalam pembukaan Kongres HMI yang berlangsung Senin (28/7/2008) ini, JK memberi sambutan mengenai perdamaian. Tentu saja ini terkait perdamaian dua HMI (HMI MPO dan HMI DIPO) yang berlangsung cukup lama.

"HMI adalah organisasi bernafas Islam. Makanya kita harus menghadirkan perdamaian. Bernafas perdamaian, bernafas Assalamualaikum. Assalamualaikum itu menebar perdamaian," kata JK memuji perdamaian dua HMI di hadapan sekitar 3 ribu peserta kongres.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"KAHMI juga harus damai. Besok kami sudah teken. Dunia terbalik sekarang. Anak mengajar Bapak. Hanya orang yang berani yang bisa berkonflik. Tapi hanya orang yang lebih berani lagi yang bisa berdamai," ucap JK disambut tawa peserta kongres. Ha.. haa... haa...

Usai berpidato, JK harus memukul gong. Tiba-tiba peserta meneriakan nama Ketua HMI MPO, Syahrul, untuk ikut berada di atas panggung bersama Ketua HMI Fajar R Zulkarnaen dan JK. "Syahrul.. Syahrul," teriak mereka. Syahrul kemudian naik ke atas panggung.

Belum lagi gong dipukul, peserta kembali meneriakkan nama Akbat Tanjung. "Bang Akbar, Bang Akbar...," teriak peserta lagi. Kemudian Akbar naik ke atas panggung, disambut JK yang menyambut dengan ketawa khasnya.

JK kemudian memegang pukulan gong di tangan kiri, sementara tangan kanannya mengajak Akbar bersalaman. Akbar pun menyambut uluran tangan JK dengan senyum tipis, nyaris tanpa ekspresi. Plok... Plok... Plook... Tepuk tangan membahana di dalam ruangan tersebut.

Usai bersalaman dengan Akbar, JK memukul gongnya. "Goooonggg... Gooong... Goooonggg.."

Kemudian JK menyalami Gubernur Sumsel Mahyudin, Fajar, Syahrul, dan terakhir Akbar.

"Peluk... peluk... peluk," teriak peserta kongres meminta JK dan Akbar berpelukan.

JK dengan tangan kanan menjabat tangan Akbar, tangan kirinya kemudian ditaruh di pundak Akbar. Senyum lebar tanpa kata-kata terus ditebar Ketua Umum Partai Golkar itu. Sementara Akbar lagi-lagi hanya tersenyum tipis tanpa ekspresi. Setelah itu, keduanya pun turun panggung tanpa ada kata-kata terucap.
(ana/iy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini