"Puluhan orang semburat. Kepala manusia dan tangan beterbangan di udara," kata seorang saksi mata kepada stasiun televisi NTV, seperti diberitakan Reuters, Senin (28/7/2008).
Gubernur Istanbul Muammer Guler menyatakan bahwa bom yang diletakkan di tong sampah itu bukanlah bom bunuh diri, melainkan serangan teror.
Sementara itu, ambulans masih terus mengangkut korban di sekitar kawasan perbelanjaan yang padat pengunjung itu.
"Kami menerima sedikitnya 30 korban luka yang sangat parah," kata Manajer Rumah Sakit Gungoren Kolon, Abdullah Toker.
(fiq/fiq)











































