Gul mengeluarkan pernyataannya tak lama setelah dua ledakan beruntun terjadi di kawasan perbelanjaan yang ramai di Distrik Gungoren, di Istanbul pada Minggu 27 Juli 2008 malam.
Sementara itu, Gubernur Istanbul Muammer Guler menyebut ledakan itu sebagai bentuk teror.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guler menjelaskan, bom itu diletakkan di sebuah tong sampah dan meledak di kawasan perbelanjaan yang padat pengunjung. Maklum, saat itu akhir pekan di musim panas.
Menurut NTV, ambulans tampak hilir mudik mengangkut korban yang mengalami luka serius ke rumah sakit terdekat. Korban tewas akibat ledakan kedua setelah ledakan kecil di sebuah telepon umum membawa wara semburat ke jalan.
(fiq/fiq)











































