Penyelidik dari Biro Keamanan Transportasi Udara Australia menyatakan ledakan tabung eksigen bisa menjadi pemicu timbulnya lubang pada badan pesawat Qantas. Mereka menyebutkan ada sebuah tabung oksigen telah hilang dari pesawat itu.
"Memang terlalu dini untuk mengatakan apakah ini menjadi penyebab ledakan. Tetapi satu tabung oksigen telah hilang," kata penyelidik Biro Keamanan Transportasi Australia, Neville Blyth, seperti dikutip dari AFP, Senin (28/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada bukti yang terkait dengan hal ini. Anjing pelacak dari Filipina telah memeriksa bagasi dan tidak menemukan apapun," ujarnya.
Pada Jumat 25 Juli 2008, ledakan muncul dari pesawat Qantas berjenis Boeing 747-400 nomor penerbangan QF 30 dan nomor registrasi VH-OJK. Sebuah lubang besar menganga di tubuh pesawat tujuan London-Melbourne itu. Pesawat yang terbang setelah transit di Hong Kong itu pun harus mendarat darurat di Manila, Filipina. (fiq/fiq)











































