"Kita menyerahkan ke daerah dan cabang untuk memaknai peringatan ini. Karena ini merupakan waktu yang bersejarah bagi partai. Tak perlu diperingati dengan hal-hal yang hura-hura, tapi merenungkan," ujar Sekjen PDIP Pramono Anung dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (27/7/2008).
Menuruit pria yang akrab disapa Pram ini, setiap tanggal 27 Juli, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri selalu mewanti-wanti kepada kadernya untuk terus merenung. "Harus diakui, ini hal yang bersejarah bagi kita," kata Pram.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa yang terjadi pada 27 Juli masih tandatanya. Sudah berulang kali PDIP minta DPR untuk menyelesaikan ini, tapi selalu terbentur oleh tembok tebal," keluhnya.
Tembok tebal apakah itu? "Ada kekuatan rezim Orde Baru yang menyebar ke mana-mana, termasuk ke para anggota DPR," pungkasnya. (anw/anw)










































