PDIP: Momen Kudatuli Untuk Merenung, Tak Perlu Hura-hura

PDIP: Momen Kudatuli Untuk Merenung, Tak Perlu Hura-hura

- detikNews
Minggu, 27 Jul 2008 07:15 WIB
PDIP: Momen Kudatuli Untuk Merenung, Tak Perlu Hura-hura
Jakarta - Peringatan kerusuhan berdarah 27 Juli (Kudatuli) diperingati hari ini. Sang empunya gawe, PDIP justru tak merayakan hari bersejarah bagi partai berlambang moncong putih ini. PDIP meminta kadernya untuk merenung dan tak hura-hura.

"Kita menyerahkan ke daerah dan cabang untuk memaknai peringatan ini. Karena ini merupakan waktu yang bersejarah bagi partai. Tak perlu diperingati dengan hal-hal yang hura-hura, tapi merenungkan," ujar Sekjen PDIP Pramono Anung dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (27/7/2008).

Menuruit pria yang akrab disapa Pram ini, setiap tanggal 27 Juli, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri selalu mewanti-wanti kepada kadernya untuk terus merenung. "Harus diakui, ini hal yang bersejarah bagi kita," kata Pram.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para korban peristiwa Kudatuli hingga kini masih banyak yang belum mendapatkan hak-haknya. Pram mengaku PDIP tak pernah dendam dengan siapa pun, termasuk pelaku kerusuhan.

"Apa yang terjadi pada 27 Juli masih tandatanya. Sudah berulang kali PDIP minta DPR untuk menyelesaikan ini, tapi selalu terbentur oleh tembok tebal," keluhnya.

Tembok tebal apakah itu? "Ada kekuatan rezim Orde Baru yang menyebar ke mana-mana, termasuk ke para anggota DPR," pungkasnya. (anw/anw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini