"Setelah polisi menambah personil, warga meminta supaya pelaku (preman) keluar dari mess (asrama putri). Tetapi dijawab dengan panah. Akibatnya, jatuh korban 14 orang, itu yang kami ketahui. Karena dikerahkan bantuan dari luar, maka kami mebela diri. Ada dua anggota kepolisian yang satu terkena panah dan satu lagi terkena batu," ujar Ketua Forum Komunikasi Muslim Kampung Pulo Risman Hadi kepada detikcom di TKP, Minggu (27/7/2008).
Menurut Risman, dua polisi yang terluka tersebut salah satunya juga terkena panah oleh preman yang diduga bayaran tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga warga yang terkena panah saat ini dilarikan ke RS Polri Kramat Jati.
Sementara itu, menurut salah seorang warga, Gito, 30-an orang yang diduga preman tersebut tiba ke asrama putri Kampus SETIA menjelang Maghrib.
"Mereka adalah bayaran. Mereka masuk ke sini dengan menggunakan sebuah mobil truk ketika menjelang Maghrib. Mereka membawa tas yang di dalamnya berisi batu dan panah," ujar Gito. (anw/anw)











































