Truk bagian depan diisi para preman, sementara truk bagian belakan mengangkut aparat kepolisian.
Puluhan pria berbadan tegap tersebut tampak melindungi kepala dan tubuh mereka dengan pelindung seadanya semisal ember saat hendak memasuki truk. Mereka juga terus menundukkan kepala.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat warga menyerang truk, dari masjid yang terletak tak jauh dari asrama terdengar suara imbauan agar warga tidak anarkhis.
"Semua warga Kampung Pulo untuk tidak menyerang dan menganiaya. Serahkan evakuasi ini pada petugas aparat negara. Jangan merusak aset-aset negara," pinta suara tersebut.
Warga tak menghiraukan. Mereka terus berupaya menghalau laju truk. "Perikasa, periksa dulu," teriak mereka.
Truk tetap menerobos dan perlahan menjauhi kerumunan warga. (anw/anw)











































