Meski menjauh, mereka terus ngomel menghujat aparat yang dianggap mendzalimi mereka.
"Kok malah menyemprot kami dengan gas air mata. Padahal mereka (preman) kan bayaran," ujar salah seorang warga di TKP, Minggu (27/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga pukul 00:40 WIB, ketegangan belum juga reda. (anw/anw)











































