“Tidak benar saya melakukan intervensi atas tugas kepolisian yang tengah menyidik kasus pemerkosaan itu. Benar memang, saya datang ke Polsek XIII Koto Kampar. Tapi kedatangan saya ingin mengetahui bagaimana duduk persoalan yang sebenarnya dalam kasus tersebut,” kata anggota DPRD Kampar, Nazir Datuk dari Patai Demokrasi Kebangsaan (PDK) dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (26/7/2008).
Dia menjelaskan, bahwa kedatangannya ke Polsek XIII Koto Kampar, saat terjadi penangkapan kasus empat pemuda mabuk memperkosa ibu hamil, hanya ingin melihat para tersangka dan korban. Kedatangannya lebih disebabkan sebagai tokoh adat yang digelar Datuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lagi pula, menurut Nazir, kedatangannya ingin mendudukan persoalan apakah benar telah terjadi pemerkosaan atau kasus itu dilakukan suka sama suka. “Kedatangan saya sebagai kapasitas Datuk yang memang diminta warga untuk melihat kasus tersebut. Bukan karena saya sebagai anggota dewan," pungkasnya. (cha/anw)











































