Mandi di Sungai, Ibu Hamil Diperkosa 4 Pemuda Mabuk

Mandi di Sungai, Ibu Hamil Diperkosa 4 Pemuda Mabuk

- detikNews
Sabtu, 26 Jul 2008 16:14 WIB
Pekanbaru - Nasib malang menimpa Er (35). Sehabis mandi di sungai, wanita yang tengah hamil 4 bulan itu diperkosa empat pemuda mabuk. Tersangka kini telah ditahan di Polres Kampar, Riau.

Kapolres Kampar, AKBP MZ Muttaqien mengungkapkan hal itu saat dihubungi detikcom, Sabtu (25/7/2008). Dia menjelaskan, empat tersangka adalah, Salman, Zulhilal, Masrial, Zahari. Keempatnya merupakan warga Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar, Riau.

Kapolres menjelaskan, kasus pemerkosaan ini terjadi pada Rabu 23 Juli sekitar pukul 12.00 WIB. Waktu itu korban baru saja usai mandi dan mencuci di sungai Osang, Dusun Koto Tuo di Kecamatan XIII Koto Kampar. Tak jauh dari lokasi pemandian itu, ada empat pemuda tengah menenggak minuman keras.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Begitu wanita yang tengah hamil akan meninggalkan tempat pemandian, empat pemuda mabuk lantas menyekapnya. Wanita malang yang memiliki seorang suami itu, lantas dibawa ke pinggir sungai.

Korban sempat melakukan perlawanan, namun upayanya melawan ke empat pemuda bajingan itu sia-sia. "Setelah sampai di pinggir sungai, lantas korban diperkosa secara bergiliran," kata AKBP Muttaqien.

Saat aksi tak bermoral itu berlangsung, dua warga tengah melintas dan menyaksikan peristiwa tersebut. Keduanya lantas melapor ke Polsek XIII Koto Kampar. Tak lama setelah itu, Polisi lantas terjun kelokasi. "Ke empat tersangka berhasil ditangkap," kata Muttaqien.

Para tersangka kini mendekam dalam tahanan Polres. Mereka dijerat pasal 285 KUHP ancaman di atas 5 tahun kurungan. "Kalau saya maunya tersangka ini divonis seumur hidup saja," tegas Kapolres Kampar.

Catatan pihak Polres, kasus pemerkosan yang terjadi Kabupaten Kampar lumayan banyak. Dalam setahun ini sudah 14 kasus pemerkosaan yang terjadi.

"Kasusnya pun macam-macam, ada bapak yang memperkosa anak kandung, anak tiri, ponakan serta memperkosa istri orang. Apa mereka-mereka itu tidak takut siksaan api neraka ya," kata Kapolres. (cha/djo)


Berita Terkait