"Kami saat itu mencoba mencari tahu, apakah kemunginan dia memiliki masalah kok sampai meninggalkan rumah. Nggak tahunya kami justru menemukan catatan di buku hariannya, dia sempat disenangi temannya sesama jenis," kata Sudarsih, kakak kandung Fauzian, kepada detiksurabaya.com di rumahnya, Kelurahan Ploso, Kecamatan Kota, Kabupaten Ngajuk, Sabtu (26/7/2008).
Dalam buku tersebut Fauzian menuliskan keluh kesahnya menghadapi ajakan temannya untuk bisa menjalin hubungan sesama jenis, alias homo. "Tapi di situ dia ingin menolak, karena takut dengan norma agama. Hal itu juga sempat diceritakannya ke saya," ujar Sudarsih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat melaporkan kehilangan adik, buku itu saya sertakan. Siapa tahu bisa dijadikan barang bukti guna membantu polisi dalam mengungkap keberadaan adik saya. Tapi nggak tahunya adik saya tidak juga dicari, buku itu juga dikatakan telah hilang," kata Sudarsih.
Menurut Sudarsih, sebelum hilang tidak ada yang aneh pada prilaku adiknya. Keseharian Fauzian tidak berbeda dengan pemuda kebanyakan.
"Memang dia pendiam, tapi tidak ada yang tidak normal. Tapi setelah dia bekerja ke BPN dan memiliki counter HP memang sepertinya dia sedikit berubah, meski tak sampai menjadi banci," ceritanya.
Hal yang sama disampaikan Suyati, ibu kandung korban. Dikatakanya, sebelum hilangF auzian dikenal sebagai anak baik dan berbakti kepada orang tuanya. Β
"Dia selalu minta kepada saya agar didoakan pekerjaannya lancar. Selain itu setiap kali gajian juga tidak pernah lupa memberikan sebagian kepada saya," kata Suyati. (bdh/djo)











































