Keterangan hilangnya korban seperti disampaikan Sudarsih (38), kakak kandung korban saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Sabtu (26/7/2008).
"Sebenarnya hilangnya Fauzian pernah kami laporkan ke Polres Nganjuk tiga hari setelah dia tak pulang, tapi sejak saat itu juga tidak ada tindak lanjut. Kami ingat kembali dan melaporkan kehilangannya setelah adanya pemberitaan soal mutilasi dengan tersanka Ryan," kata Sudarsih dengan mata berkaca-kaca.
Sudarsih mengaku dua hari yang lalu melaporkan hilangnya adiknya ke Polres Jombang. "Di Nganjuk gak pernah ditanggapi, makanya kami lapor ke Jombang. Apalagi kami dengar di sana buka pos laporan kehilangan orang," ujarnya masih dengan mata berkaca-kaca.
Diceritakan oleh Sudarsih, kepegian adiknya bermula saat dia menerima telepon dari seseorang temannya. Dalam percakapan telepon tersebut, adiknya seperti mendapatkan ajakan meninggalkan rumah.
"Awalnya menolak dengan alasan masih menjaga counter HP, tapi nggak tahu kenapa kok tiba-tiba seperti dipaksa dan menurut. Saya ingat betul, saat Jumat malam dia pamit pergi ke rumah temannya," cerita Sudarsih.
Dia juga mengaku sempat menguping pembicaraan antara adiknya dengan sang penelepon. Sang penelpon mengaku memiliki nama Bilto. Nama itu bagi Sudarsih bukan asing lagi, karena adiknya juga pernah berkeluh kesah disenangi temannya yang memiliki nama itu.
"Saya sendiri belum ngerti orangnya, karena juga belum pernah datang ke rumah. Waktu adik saya curhat, dia mengaku menolak disenangi temannya karena dia mungkin masih ingat sama Alloh," jelas Sudarsih.
Dia berharap dengan memberikan laporan kehilangan adiknya ke polisi untuk kedua kalinya, dapat memberikan jawaban pasti terkait keberadaannya.
"Kami sempat kecewa sebenarnya dengan Polres Nganjuk yang tak menyikapi laporan kehilangan adik kami, tapi tak ada salahnya kembali kami coba di Polres Jombang. Semoga saja usaha kami ini bisa membuahkan hasil," kata Sudarsih dengan semakin tak bisa memendung air matanya.
Ketika ditanya apakah adiknya kemungkinan mati dengan cara dibunuh oleh komunitas pencinta sesama jenis, Sudarsih dengan terisak berharap hal tersebut tak benar.
(bdh/djo)











































