"Saya contohkan, perempuan masih jauh dibandingkan laki-laki dalam bidang partisipasi ekonomi," ungkap Gadis pendiri Yayasan Jurnal Perempuan (YJP) Gadis Arivia.
Gadis mengatakan itu saat perayaan ke-13 tahun YJP di Hotel Le Meridien, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Jumat (25/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai 24 Juli 2008, imbuh Nia, dari 48 film bioskop yang sudah diproduksi, hanya satu film yang menonjolkan sisi perempuan secara wajar.
Selebihnya, perempuan dijadikan pemanis ataupun objek semata seperti dalam film horor (17 fim), film drama (10 film), komedi (12 film), genre remaja (5 film) dan religi (3 film).
"Film tema perempuan sebagai 'hero' masih sedikit dan terpinggirkan," ucap Nia miris.
Oleh karena itu Nia mengajak perempuan untuk dapat membuat strategi melepaskan persoalan itu. Salah satunya dengan mempengaruhi media publik secara aktif.
"Perempuan harus mempunyai pengaruh besar di media. Supaya citra tentang perempuan dapat berubah," ucap Nia optimis. (Ari/nwk)











































