Penegasan ini disampaikan Ketua Panwaslih Riau, Diky Rinaldi dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (25/7/2008) di Pekanbaru. Menurut Diky tayangan Rusli Zainal sebagai muazin di TV sama sekali tidak menyebutkan nama dan jabatan. Tayangan itu juga tidak mengajak warga untuk memilih dirinya.
"Kalau kita lihat tayangan itukan tidak ada menuliskan nama Rusli Zainal dan tidak pula dalam azan ada ajakan untuk memilih dirinya. Kita anggap azan itu bukan dari bagian ajang kampanye," terang Diky.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita juga menerima masukan soal tayangan azan itu, malah tidak hanya ada di TV, tapi azan itu juga ada di sejumlah radio. Terkait dengan soal ini semua, kita dalam waktu dekat akan segara menyurati pihak TV dan radio yang menyiarkan azan tersebut," kata Diky.
Diky menyebutkan, surat yang akan mereka layangkan itu, nantinya akan meminta penjelasan soal tayangan azan yang dimaksud. Pihak Panwaslih ingin mengetahui apakah tayangan di TV atau radio itu merupakan program eksklusif atau tidak.
"Kita akan segera menyurati pihak TV dan radio yang menayangkan azan tersebut. Kita ingin tahu juga, apakah tayangan itu ada nilai kontraknya apa tidak. Tapi sekali lagi saya katakan, kami menilai tayangan azan tidak ada kaitannya dengan kampanye," terang Diky.
Tayangan azan maghrib Rusli Zainal yang juga cagub incumbent itu sudah lama berlangsung di TVRI Riau dan Riau TV. Tayangan azan itu muncul sejak Rusli Zainal menjabat sebagai Gubernur Riau tahun 2003 silam.
Menjelang Pilkada ini, tayangan tersebut menimbulkan pro dan kontra. Ada yang meminta agar tayangan itu dihentikan untuk menjaga netralitas, ada juga yang menganggap sangat pantas karena Rusli merupakan qori (pembaca Al Qurโan) tingkat MTQ Nasional. (cha/djo)











































