Bisnis Garmen Bambang dengan Bule AS Bermasalah

Mayat Dalam Koper

Bisnis Garmen Bambang dengan Bule AS Bermasalah

- detikNews
Jumat, 25 Jul 2008 14:33 WIB
Jakarta - Motif pembunuhan Bambang Sapto Nugroho (50) masih misterius. Bambang diketahui sebagai pengusaha garmen. Dia berbisnis dengan orang Amerika Serikat (AS). Namun, usahanya bermasalah, karena pabrik garmennya ludes terbakar.

Teman main golf Bambang Sapto, Bambang, menceritakan pabrik garmen milik kawannya di Tangerang itu terbakar pada tahun 2007. Perusahaan Garmen Bambang bernaung di bawah PT Kemuning.

"Waktu itu, aparat kepolisian dari Polres Tangerang mengamankan Scott, warga negara AS. Setahu saya, Scott sudah dilepaskan tidak tahu kenapa," kata teman main golf Bambang Sapto Nugroho, Bambang di TPU Tanah Kusir, Jalan Tanah Kusir Raya, Jakarta Selatan, Jumat (25/7/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Bambang, kerjasama Bambang dengan Scott bermasalah. "Karena Scott tidak mau bayar pajak dan menggaji buruh murah," ujarnya.

Bambang mengatakan, Scott bekerja sama dengan Bambang dengan mendatangkan bahan-bahan dari Cina. Bambang mengolahnya menjadi baju, celana panjang, celana pendek dan celana dalam. Bambang kemudian mengekspornya ke Amerika lewat Scott.

"Kemudian, beberapa pekan terakhir Scott mengirim rekannya, Steve, untuk bekerja sama kembali. Kita sudah ingatkan dia. Steve itu kan orangnya Scott. Saya takutnya, Scott balas dendam. Kok mau-maunya malam itu dia bertemu dengan Steve," kata Bambang.

Scott kini ada di mana? "Saya tidak tahu," sahut pria berkaos hitam dan bertopi ini.

Mayat Bambang ditemukan di dalam koper dan terapung di Danau Sunter pada Rabu 23 Juli 2008 sekitar pukul 15.00 WIB. Saat ditemukan, Bambang mengenakan kaos hitam, celana jeans, sepatu merk Andrew dan kaos kaki merek Superstar. (aan/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads