"Mbak Yenny tidak kaget, tidak sedih sebab sudah memperkirakan akan dihabisi," kata Bendahara DPP PKB Gus Dur Aris Junaedi kepada kepada detikcom, Jumat (25/7/2008).
"Sebelum namanya dicoret, mbak Yenny pernah ngomong pada saya, kita jangan keget. Walau lawyernya malaikat sekalipun, tetapi Gus Dur dan saya memang target dihabisi oleh Muhaimin dan kelompoknya," lanjut Aris mengutip perkataan Yenny.
Namun demikian, kata Aris, Yenny akan melawan kezaliman tersebut hingga titik darah penghabisan.
"Sampai kapan pun saya lawan kezaliman ini. Saya sedih kenapa konspirasi dilakukan oleh teman dekat yang sudah dibesarkan, dibuat enak hidupnya lantaran bapak dan PKB. Kenapa mereka tidak sadar dipakai orang lain," papar Aris menirukan ucapan Yenny.
Menkum HAM Andi Mattalatta mencoret nama Yenny sebagai sekjen DPP PKB. Posisi Sekjen DPP PKB dikembalikan lagi kepada Lukman Edy berdasarkan SK Menkumham nomor M.HH-67.AH.11.01. tahun 2008.
Yenny melakukan perlawanan dengan melayangkan gugatan terhadap Menkum HAM Andi Mattalatta ke PTUN. (aan/asy)











































