"Saya kira wacana itu bagian dari dinamisasi untuk menghadirkan gerak daripada berpolitik yang lebih dinamis, lebih menggairahkan. Tapi sekali lagi, selama itu tidak bertentangan dengan UU dan untuk menguatkan demokrasi kita, ya mengapa tidak," katanya usai menjadi pembicara dalam acara 'Diskusi Wajah Muslim Indonesia' di Fakultas Ilmu Budaya UI, Depok, Kamis (24/7/2008).
Menurut Hidayat, wacana koalisi partai Islam saat ini sama seperti yang terjadi pada Pemilu 1994 dan 1999. Tujuannya untuk dinamisasi politik, bukan menciptakan dikotomi partai yang berbeda platform-nya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ide koalisi Islam banyak ditanggapi pesimis berbagai pihak. Hidayat mengatakan, pesimisme itu justru harus dijadikan cambuk bagi pengurus partai Islam untuk bekerja keras.
"Boleh saja pesimis. Saya harap pesimisme itu dijadikan oleh kawan-kawan partai Islam sebagai cambuk untuk bekerja lebih keras," tukasnya. (gah/ana)











































