"Ini dipegang betul oleh putra dan cucu beliau dan juga oleh jajaran kelompok Bakrie," ujar juru bicara keluarga Bakrie, Lalu Mara Satria Wangsa, kepada detikcom, Rabu (24/7/2008).
Hal itu disampaikan Lalu Mara ketika dikonfirmasi mengenai rencana Adinda Bakrie menyumbangkan 20 persen dana pernikahannya kepada masyarakat yang membutuhkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu Mara menambahkan, bukan kali ini saja keluarga Bakrie berbuat amal terhadap masyarakat. Sejak Acmad Bakrie mulai merintis usaha pada 10 Februari 1942, hal itu telah dilakukan. "Ada beasiswa dari Bakrie, Yayasan Bakrie. Kalau diurus satu-satu banyak sekali," imbuhnya.
Yang terakhir, kata Lalu Mara yang juga staff khusus Menko Kesra Aburizal Bakrie (Ical), kelompok Bakrie menyerahkan bantuan sebesar Rp 1,1 miliar kepada Yayasan Thalassaemia Indonesia (YTI). Yayasan ini khusus menangani penderita penyakit kelainan darah.
"Beliau (Achmad Bakrie) mewariskan, kalau tangan kanan memberi, tangan kiri tidak boleh tahu," kata dia.
Khusus mengenai penanganan korban lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur, jelas Lalu Mara, bantuan diberikan kelompok Bakrie berdasarkan semangat yang ditanamkan pendirinya tersebut.
Meski pengadilan telah dua kali memutus Lapindo Brantas inc tidak bersalah dalam kasus semburan lumpur itu, lanjut Lalu Mara, Bakrie tetap membantu warga Sidoarjo dengan tulus.
Bakrie, kata dia, telah membeli tanah-tanah milik warga yang terendam lumpur dan tidak dapat diolah kembali. Kemudian Bakrie me-resettlement warga ke lokasi baru yang nyaman, yakni di Kahuripan Nirwana Village.
"Lihat bagus sekali rumahnya. Kita juga harus fair melihat segala sesuatunya. Apa yang baik seharusnya kita apresiasi," pungkas Lalu Mara.
(irw/iy)











































