Menjawab uneg-uneg tersebut, Presiden SBY meminta evaluasi ulang terhadap sistem penghargaan bagi peneliti. Permintaan ini ia sampaikan dalam dialog ada acara peresmian Pekan Padi Nasional III, Kamis (24/7/2008).
"Coba cek lagi pembinaan bagi para peneliti. Tidak cuma pendapatannya, juga jenjang kariernya. Mestinya kalau hasilkan penelitian, peneliti dapat bonus seperti pemain bola," ujar SBY dalam acara di Balai Besar Penelitian Padi, Subang, Jawa Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seorang peneliti untuk menghasilkan varietas unggul itu sekolahnya 30 tahun dan meneliti 7 tahun terus menerus. Bila nasibnya baik bisa menghasilkan verietas unggul. Tetapi setelah hasilnya mendapat sertifikasi dari Deptan, penelitinya tidak mendapat apa-apa tuh Pak," keluh dia.
Dalam acara pagi ini, sekaligus berlangsung upacara peluncuran 9 jenis varietas beras unggul baru. Ada untuk lahan sawah irigasi dan rawa yang tahan wereng coklat bahkan terendam banjir dengan kemampuan produksi 6 sampai 12 ton padi per hektar sawah.
"Mendengar produksi 8, 9, 12 ton meskipin tidak makan 3 hari rasanya keyang terus," kata SBY gembira. (lh/fay)











































