Sang 'capres' mengenakan pakaian rapi, berjas dan berdasi. Sedangkan 3 'caleg' mengenakan topeng kepala monyet.
"Ayo pilih saya! Pilih saya! Saya kasih duit. Hahahaha. Suara kalian saya beli," teriak salah seorang 'caleg' bertopeng monyet itu. Selain membagikannya, mereka juga menghambur-hamburkan uang mainan dari keranjang bambu yang mereka usung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PKPKB menyatakan sikap menolak politik uang dalam memilih caleg dan capres. Menurut mereka, politik uang membuat pemilu menjadi racun bagi masyarakat.
"Sudah waktunya pemilu bebas dari politik uang. Rakyat jangan dibodohi. Mulailah dari rekrutmen yang bersih," kata Koordinator PKPKB, Sudirja.
Aksi ini sempat membuat arus kendaraan dari Jl Diponegoro ke arah Hotel Indonesia macet. Namun setelah 10 perwakilan diterima masuk ke KPU untuk menyampaikan aspirasinya, lalu lintas berangsur lancar. Pendemo minggir ke tepi jalan, bernyanyi, dan berorasi. (fiq/gah)











































