Kedua orangtua Guntur, Misinem (sebelumnya ditulis Sutinem-red) dan Tumijo, didampingi kakak Guntur, Andypoer. Mereka pada Kamis (24/7/2008) pukul 11.05 WIB keluar dari lantai 2 Gedung Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jatim di RS Bhayangkara Polda Jatim, Jl Ahmad Yani, Surabaya.
Dalam perjalanan ke tempat parkir, Misinem mengaku sangat cemas menunggu perkembangan hasil otopsi. Dia sebenarnya masih berharap salah satu korban bukan putranya. Dia melantun istigfar sepanjang perjalanan menuju tempat parkir, sambil digandeng suaminya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di lipatan siku Tumijo tampak kapas menutup bekas suntikan. Bekas suntikan Misinem tidak terlihat kerena mengenakan baju lengan panjang. Andypoer tidak diambil darahnya.
"Yang diambil darahnya cuma ibu sama bapak," kata Andy.
Mereka meninggalkan RS Bhayangkara dengan mobil Isuzu Panther merah bernopol BA 2332 TM, pukul 11.20 WIB. Sumber dari RS Bhayangkara mengatakan, dokter ingin melihat kecocokan gen antara orang tua dan Guntur. Hasil tes DNA akan diketahui dalam 2 minggu.
"Mereka ini diambil darahnya untuk melihat gen keluarga," kata dia. (roi/fay)











































