Pilot Aviastar Pecah Ban Sama dengan Pilot AdamAir Nyasar

Pilot Aviastar Pecah Ban Sama dengan Pilot AdamAir Nyasar

- detikNews
Rabu, 23 Jul 2008 19:31 WIB
Pilot Aviastar Pecah Ban Sama dengan Pilot AdamAir Nyasar
Jakarta - Pilot pesawat Aviastar yang pecah ban di Bandara Sentani, Papua, Selasa 22 Juli 2008, ternyata adalah pilot pesawat AdamAir yang nyasar ke Tambolaka, NTT 2006 lalu. Pilot itu diizinkan terbang untuk mempertahankan kompetensinya sebagai pilot.

"Betul. Itu pilot AdamAir pada waktu insiden tahun 2006 lalu," ujar Direktur Sertifikasi Kelaikan Udara (DSKU) Yurlis Hasibuan ketika dikonfirmasi detikcom, Rabu (23/7/2008).

Tri Nusiyogo, nama pilot itu, imbuh Yurlis adalah pegawai Dephub di DSKU. Pasca insiden AdamAir Tambolaka, Tri yang awalnya menjabat kepala seksi diturunkan sebagai pegawai nonjabatan di Dephub.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menjadi pegawai biasa sampai sekarang," tutur dia.

Tri juga tidak diperbolehkan terbang selama 1,5 tahun. Hingga akhirnya lisensi Tri sebagai pilot inspektur di DSKU hampir habis. Untuk mempertahankan atau memperbarui lisensi pilot, sesuai peraturan, tiap pilot wajib masuk kembali ke simulator, yang bisa memakan biaya Rp 350–400 juta per pilot.

"Karena itu diizinkan terbang di maskapai dengan syarat kebutuhan minimal. Paling tidak 3 kali take off-landing," kata dia.

Untuk Tri, sudah tidak diizinkan terbang lagi dengan pesawat maskapai niaga berjadwal. Tri hanya diizinkan menerbangkan pesawat niaga tidak berjadwal seperti cargo atau carter. Karena, Tri sebagai pilot inspektur juga dibutuhkan kemampuannya untuk menguji pesawat-pesawat yang diuji DSKU.

"Jadi bukan cari uang di maskapai itu. Tapi untuk maintain rating atau mempertahankan kompetensi. Kalau akan menguji pesawat Boeing 737 misalnya, diperlukan pilot yang berlisensi Boeing 737," jelas Yurlis.

Atas insiden kemarin, Tri dikenai tindakan preventive grounded (tak boleh terbang sementara) selama 14 hari.

Sedangkan pesawat Aviastar berjenis Bae 146-300 dan bernomor regsitrasi PK-BRD yang pecah keempat bannya di Bandara Sentani, Selasa kemarin, Yurlis menduga karena kerusakan dari sistem brake (pengereman). DSKU akan menyelidiki insiden itu.

"DSKU baru berangkat hari ini. Karena kemarin nggak dapat tiket ke sana," kata dia.

DSKU juga melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). "Sebenarnya tidak melibatkan KNKT, karena kategorinya insiden. Namun agar hasilnya netral, kita juga melibatkan KNKT," tandas Yurlis. (nwk/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads