Nursjahbani: Kalau Mau Islah, Akui Dulu Putusan MA

Nursjahbani: Kalau Mau Islah, Akui Dulu Putusan MA

- detikNews
Rabu, 23 Jul 2008 18:24 WIB
Jakarta - Konflik internal PKB memasuki babak islah setelah Gus Dur menunjuk mediator. Namun PKB kubu Muhaimin meminta kubu Gus Dur mengakui dulu putusan MA yang menetapkan Muhaimin Iskandar dan Lukman Edy sebagai nahkoda PKB.

"Kita dari dulu ingin islah, tapi kan Yenny nggak mau. Kalau sekarang mau islah, Kita sambut baik, tapi ya akui dulu putusan MA. Terima dulu dong, baru kita bicara islah," kata Wakil Ketum DPP PKB Nursjahbani Katjasungkanapada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (23/7/2008).

Menurut anggota komisi II DPR ini, tidak ada artinya keinginan islah yang ditawarkan kubu Yenny jika masih ngotot dengan keinginannya sendiri. Islah harus dimulai dari hasil putusan PN Jaksel yang diperkuat putusan MA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Starting point islah, harus putusan hukum. Kalau tidak, apa artinya islah itu. Kita tetap konsentrasi mempersiapkan pemenangan PKB selain menanggapi wacana islah," terang aktivis LSM ini.

Hasil rapat pleno dewan syuro semalam memutuskan untuk membuat tim mediasi islah yang dipimpin oleh sekretaris dewan syuro Muhyiddin Arubusman. Namun sampai saat ini belum ada pertemuan antara Muhyidin dengan kubu Muhaimin Iskandar.
(yid/fay)


Berita Terkait