Menurut Ketua FPPP Lukman Hakim Saefuddin, gagasan pemimpin muda hanya membuat rakyat irasional. Sebab, masyarakat hanya diajarkan memilih calon berdasarkan emosionalitas semata, bukan pertimbangan rasional.
"Wacana itu hanya untuk meninabobokkan masyarakat. Seperti opium," kata Lukman pada wartawan di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Rabu (23/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lukman menilai dikotomi muda-tua dan sipil-militer hanya akan membuat masyarakat tidak cerdas. Seharusnya dalam demokrasi yang semakin berkembang, masyarakat diajari lebih rasional dalam berpolitik.
"Tidak jamannya lagi dikotomi tua-muda, sipil-militer. Itu mengajari masyarakat tidak cerdas dan rasional dalam berdemokrasi," pungkas dia.
(yid/ana)











































