Kepala satuan tugas energi nuklir Tenaga, Dr Mohamad Zam Zam Jaafar mengatakan, pembangkit nuklir tersebut kian menjadi kebutuhan mengingat tingginya harga minyak saat ini. Pembangunannya direncanakan pada tahun 2010 mendatang.
"Kami sedang mencari sekitar 10 miliar ringgit (US$ 3,1 miliar) untuk pembangkit 1.000 Megawatt," kata Dr Mohamad Zam Zam seperti dikutip harian The Edge dan dilansir kantor berita AFP, Rabu (23/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, separuh pembangkit listrik Malaysia menggunakan gas. Sumber-sumber lainnya termasuk batubara dan tenaga air.
Dikatakan Dr Mohamad Zam Zam, timnya tengah membahas lokasi pembangkit dan bagaimana mendapatkan uranium. Tenaga juga harus mengantisipasi penolakan publik atas rencana tersebut.
"Banyak yang harus dilakukan untuk mengubah cara berpikir publik mengenai nuklir," tegasnya.
Diimbuhkannya, Tenaga kemungkinan akan melakukan kerjasama dengan pihak berpengalaman untuk membangun pembangkit nuklir pertama di Malaysia tersebut. (ita/iy)










































