Siapakan gerangan? Pria tersebut adalah bagian aksi aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) di kantor Abrurizal alis Ical, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (23/7/2008) pukul 11.00 WIB.
Aksi belasan aktivis Walhi itu berkenaan dengan penyelesaian lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur, yang hingga kini belum tuntas. Nah, pria berjubah tersebut adalah simbol kekuatan jahat yang selalu melindungi Lapindo, yaitu pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bulshit kalau Bakrie bilang mau menolong korban lumpur Lapindo. Dia merampas hak milik rakyat sampai sekarang tidak dapat apa-apa. Sedangkan sertifikat-sertifikat sudah diambil alih Bakrie," kata Teguh.
Walhi mendesak pemerintah agar mengeluarkan grup Bakrie dalam pengambilan kebijakan Lapindo agar tidak terjadi konflik kepentingan. Aset-aset pemilik saham Lapindo dituntut untuk disita sebagai ganti rugi bagi korban dan pemulihan infrastruktur.
Kejaksaan, lanjut Teguh, harus secepatnya memproses penuntutan kasus Lapindo. Perbedaan keterangan ahli mengenai penyebab semburan lumpur biarlah terungkap di persidangan saja.
"Kami memita pemerintah melakukan pemeriksan kesehatan berkala bagi korban lumpur dan pengobatan atas biaya Lapindo," pungkas Teguh.
Aksi Walhi ini juga diramaikan enam anak-anak kecil yang tergabung dalam "Sahabat Walhi". Mereka mengenakan peralatan selam yang menggambarkan warga Sidoarjo yang sudah tidak dapat hidup lagi. (irw/irw)











































