Hal tersebut diungkapkan Bona Manulang, kerabat Ariel, usai melakukan identifikasi dan melakukan pertemuan dengan tim forensik di RS Bhayangkara Polda Jatim, Jl Ahmad Yani, Surabaya, Selasa (22/7/2008).
"Dokter masih belum berani mengambil kesimpulan apakah itu jasad Ariel atau bukan," kata Bona.
Bona menjelaskan, saat bertemu tim forensik, pihak keluarga diminta memberikan berbagai informasi tentang Ariel. Termasuk data medis, seperti gigi, golongan darah dan sebagainya.
"Kita ditanya soal pakaian kesukaan Ariel dan ciri-ciri fisiknya. Termasuk juga minta memberikan data-data lainnya, seperti foto Ariel saat tersenyum atau tertawa," tutur Bona.
Tidak hanya itu, pihak keluarga juga diminta mendatangkan orang yang terakhir melihat Ariel keluar dari kosnya. Menurut Bona, orang tersebut adalah Rizan, satpam tempat kos Ariel.
"Saat ini dia masih kita hubungi untuk bisa datang ke Surabaya," ungkap Bona.
Hal senada diungkapkan ahli forensik RSU dr Soetomo, Prof Dr dr Soekry Erfan Kusuma SpF. Menurutnya, hingga kini belum ada kepastian salah satu mayat yang ditemukan di rumah Ryan di Jombang adalah Ariel.
"Kami belum bisa memastikan karena masih satu korban (yang diotopsi). Dan saat ini otopsi masih belum selesai," tutur Ervan. (djo/)











































