"Seharusnya Mega ya akomodatif, tidak reaktif seperti itu, dan tidak perlu merespon pernyataan
seperti itu karena justru bisa kontraproduktif," kata pengamat politik LIPI, Lili Romli, dalam perbicangan dengan detikcom, Selasa (22/7/2008).
Lili menjelaskan, pernyataan Tifatul yang meminta pemimpin tua minggir tidak perlu ditanggapi sensitif oleh Mega. "Itu kan seruan bukan hanya untuk Mega," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, ya nggak boleh juga reaktif. Ada keinginan kaum muda tampil ya didukung. Di alam demokrasi, semua golongan punya kesempatan, kaum tua tidak boleh reaktif," kata Lili.
Meski demikian, pernyataan Mega yang meminta Tifatul tidak sekadar berwacana menunjukkan anak kedua proklamator RI ini sudah merasa mampu. Itu sebabnya, Mega tidak ambil pusing dengan kekuatan pendukung PKS.
"Pernyataan begitu menantang. Itu bisa dikatakan ya, dia siap bersaing. Percaya diri, siap. Tampaknya tidak merasa perlu meraih dukungan PKS. Kalau dari pernyataannya itu, ada tanda-tanda keduanya dipastikan tidak akan berkoalisi," urainya. (fiq/ana)











































