Nasib malang itu menimpa Sadirin (28), penghuni kos di Jl Kasah, Tengkerang, Pekanbaru. Pria lajang ini seharinya bekerja di PT AA Catering. Mayatnya ditemukan oleh teman-teman satu kosnya.
Posisi tewas korban sangat tidak lazim. Tubuhnya telanjang dengan posisi mirip orang yang sedang bersujud dan terikat tali plastik. Kakinya serta lehernya juga terikat tali yang digantungkan ke jeruji jendala.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita belum dapat menyimpulkan apapun dalam kasus ini. Kita masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kematian mesterius ini. Sejauh ini kita belum dapat menyimpulkan motif dari kasus tersebut. Pokoknya kasus ini tengah kita selidiki," kata Kapoltabes Pekanbaru, Kombes Moechgiarto, Selasa (22/7/2008) di Mapoltabes Pekanbaru, Jl A Yani Pekanbaru.
Menurut Yuyun (37), pemilik kamar kos, pada Senin (21/7/2008) malam, rekan-rekan sekamar korban masih melihat hilir-mudik di dalam kamar dengan mengenakan handuk yang melilit di pinggang. Malam itu aliran listrik di Jl Kasah padam.
Sekitar pukul 22.00 WIB, teman-teman satu kost korban mencoba masuk ke dalam kamar, namun posisi pintu terkunci. Rekan-rekannya mencoba memanggil korban, namun tidak ada jawaban dari dalam kamar.
"Karena tidak ada jawaban, akhirnya kita mendobrak pintu. Saat itu kami tidak melihat apa-apa karena memang kondisi kamar gelap akibat pemadaman listrik. Akhirnya kami menyalakan lilin, dan saat itu kami melihat dia terikat di dalam kamar," kata Yuyun.
Di mata teman-teman satu kostnya, korban termasuk orang yang pandai bergaul dan saleh. Sadirinbaru enam bulan kost di Jl Kasah.
"Kami sering melihat dia pergi ke masjid. Dia juga orangnya suka bergaul. Selama ini kami tidak melihat ada tingkahnya yang aneh. Semuanya normal-normal saja," kata Yuyun. (cha/djo)










































