Ketiga orang yang kesemuanya pria tersebut mengaku sebagai kakak kandung, kakak ipar dan kerabat jauh Aril. Mereka datang langsung dari Jakarta.
"Kami ingin memastikan apakah salah satu mayat yang ditemukan di Jombang adalah Aril," kata S Siregar, pria yang mengaku kerabat jauh Aril, di RS Bhayangkara Polda Jatim, Jl Ahmad Yani, Surabaya, Selasa (22/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau Aril itu gigi depannya gompal (patah), tinggi 172 cm," ujar Siregar.
Sementara menurut Bona Manulang, pria yang mengaku kakak ipar Aril, adiknya selama ini kos di Jl Karet, Pedurenan Raya, No 6 RT 9 RW 04, Setia Budi, Jakarta Selatan. Sebelum hilang, Aril sempat mengirim SMS ke Bona meminta dihubungi.
"Pada bulan April atau 3 hari sebelum berangkat ke Surabaya, dia SMS saya. Tapi tidak saya telepon karena sibuk. Namun sebelum pergi ke Jombang dia sempat telepon ibunya. Dia pergi membawa laptop, HP 3 buah, kamera digital, dan jam tangan," ujar Bona.
Dokter forensik RS Bhayangkara Polda Jatim, Kompol dr Heri Wijatmiko menjelaskan, pihaknya akan meminta keterangan dari keluarga Aril. Mereka akan diminta melakukan identifikasi terhadap properti yang melekat di mayat korban yang diduga mayat Aril.
"Semua (properti) akan kita cross check dengan keluarga korban," ungkap Heri. (djo/iy)











































