Kado itu dibawa oleh sekitar 100 mahasiswa yang menamakan dirinya Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika). Mereka tiba di depan pintu gerbang Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Selasa (22/7/2008) pukul 12.00 WIB.
Tikus hitam yang dibawa Humanika itu berukuran sebesar badan kambing dan terbuat dari kertas. Satu orang-orangan dengan potret Hendarman Supandji menunggangi tikus itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Humanika menuntut Hendarman mengakui kegagalannya mengusut kasus BLBI. Hendarman diminta mundur karena terbukti gagal menuntaskan kasus yang merugikan negara sebesar triliunan rupiah ini.
"Kita menuntut agar Hendarman Supandji segera mundur dari Jaksa Agung karena terbukti gagal menuntaskan kasus megaskandal BLBI," ujar salah seorang orator.
Sebelumnya, sekitar 100 mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Adili Koruptor (Gerak) terlebih dahulu menggeruduk Gedung Kejagung pukul 11.50 WIB. Mereka membawa sejumlah poster dan spanduk. Antara lain bertuliskan 'Kejagung harus berani menangkap Anthony Salim dan Sjamsul Nursalim' dan 'Anthony Salim dan Sjamsul Nursalim adalah perampok uang rakyat'.
Bagi para pengunjuk rasa, hari jadi Adhyaksa yang diperingati hari ini bukanlah hal yang istimewa. Justru, tahun ini menjadi terburuk bagi jajaran penegak hukum berseragam coklat ini.
"Ini bukan ulang tahun emas, tetapi ulang tahun yang terburuk dari Kejagung," kata sejumlah orator Gerak sembari mengepalkan tangan kirinya.
"Hari ini adalah ulang tahun Kejaksaan, namun sangat lucu karena berbagai fenomena di Kejagung. Kejagung adalah parameter hukum, namun para pelaku hukum di sini malah memperjualbelikan kasus," ujar mereka.
Aksi pendemo ini tidak mengganggu lalu lintas di sekitar Kejagung. Puluhan polisi dari Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Selatan bersiaga di sana. Hingga pukul 12.25 WIB, aksi masih berlangsung.
(fiq/iy)











































