Seperti dilansir Reuters, Selasa (22/7/2008), pria asal Yaman ini dituduh terlibat dalam konspirasi dan menyediakan dukungan materi untuk para teroris. Dia diancam penjara seumur hidup di hadapan para juri dari militer AS.
Hamdan ditangkap November 2001 di Afghanistan. Jaksa penuntut mengatakan dia punya 2 peluncur rudal yang dipasang di mobilnya. Sementara, pengacaranya mengatakan, Hamdan dalam perjalanan pulang dari Pakistan untuk mengevakuasi perempuan dan anak-anak.
Jaksa mengatakan Hamdan berada dalam lingkaran dalam Al Qaeda. Namun pengacara Hamdan menegaskan pria ini hanya sekadar sopir. Keahlian lainya adalah montir bengkel. Pengacara meminta saksi kunci otak serangan 11 September Khalid Sheikh Mohammed agar jelas kalau kliennya tidak punya hubungan apa-apa. (fay/Ari)











































