"Kepemimpinan ulama dalam politik sudah tidak ada. Ulama hanya dijadikan alat legitimasi sehingga jiwa keagamaan dalam perpolitikan Indonesia sudah lemah dan mati. Untuk itu perlu dihidupkan kembali," katanya seusai seminar 'Membangun Poros Islam dalam Pemilu 2009' di Gedung YTKI, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (21/7/2008).
Menurut Ma'ruf, keterlibatan ulama dalam dunia politik bukan semata-mata mengejar kedudukan. Ulama berperan dalam memberikan arah politik dalam partai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira tidak akan terjadi pengkotak-kotakkan dengan adanya ulama dalam dunia politik. Yang terpenting, ke depannya, dapat memberikan sesuatu yang terbaik," terangnya.
Partai-partai sekuler, dalam pandangan Ma'ruf, tidak lagi memberikan kesejahteraan dan kepercayaan bagi rakyat. Oleh karena itu, ia berharap ulama dan partai Islam dapat memberikannya.
"Partai Islam diharapkan dapat kembali memberikan kepercayaan dan menyejahterakan jiwa rakyat. Misalnya dengan terpenuhinya kebutuhan primer, sekunder, tersier," pungkas Ma'ruf. (gah/fay)











































