"Guntur asal Nganjuk, Aril, Vincent asal Solo, dan Grandy asal Belanda," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Carlo Brix Tewu saat dihubungi wartawan, Senin (21/7/2008).
Keempat mayat itu dieksekusi oleh Ryan dalam rentang waktu yang berbeda. Carlo mengatakan, hanya Aril dan Vincent saja yang mungkin dihabisi dalam waktu yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keempat jasad itu ditemukan di pekarangan rumah belakang orangtua Ryan di Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang, Jawa Timur. Penemuan mayat Vincent, Guntur, dan Brandy tergolong mengejutkan karena pada awalnya polisi hanya mencari mayat Aril. (gah/fay)











































