"Tiap habis maghrib kita gelap-gelapan. Katanya listrik belum dibayar," ujar salah satu petugas halte, Dani (27) kepada detikcom di halte Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/7/2008).
Untuk mengakalinya, para petugas membuat oncor. Oncor yaitu botol bekas minuman energi yang diberi minyak tanah dan diberi sumbu kain agar api menyala. "Awal-awanya pakai lilin tapi tekor karena beli lilinnya pakai uang pribadi, jelas Dani.
Meski demikian, lanjut Dani, pelayanan di halte tersebut tetap jalan karena tiket tidak menggunakan listrik melainkan manual dengan cara disobek. Latuharhari merupakan halte koridor VI Ragunan-Halimun.
Menurut sumber detikcom, selain halte Latuharhari, ada dua halte lagi yang masih menunggak pembayaran listrik. Halte tersebut yakni Sawah Besar dan Mangga Besar. (nik/iy)










































