Api mulai menyebar d kawasan padat penduduk itu sekitar pukul 09.00 WIB. Warga langsung panik. Sebagian berlarian tak tentu arah, sebagian lainnya langsung mencari ember untuk memadamkan api.
Menurut keterangan warga sekitar, api berawal dari rumah yang juga lokasi usaha sablon milik Hudi (45). Karena rumah tersebut berisi barang yang mudah terbakar seperti minyak tiner, api cepat membesar. Apalagi sebagian rumah di kawasan tersebut terbuat dari kayu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Empat mobil pemadam tak bisa berbuat banyak, karena perumahan yang terbakar berada di gang sempit. Petugas hanya bisa memanjangkan selang agar air bisa mencapai lokasi. Alhasil, meski ada mobil pemadam, warga harus bejibaku dengan mengandalkan peralatan seadanya untuk memadamkan api.
Tiga jam kemudian, warga dan petugas baru bisa memadamkan api. Sesekali asap masih membubung, sehingga membuat warga setempat waspada setiap saat.
"Seluruh perabot kami ludes. Suami saya cuma sempat membawa uang yang disimpan di rumah," kata Sumarni (41) dengan wajah sedih dan panik. (try/djo)











































