Obama tiba di Baghdad, Irak pada Senin, 21 Juli dan ini merupakan kunjungan keduanya ke Irak. Obama ingin menangkal tudingan dari rivalnya, John McCain bahwa dirinya tidak melihat langsung kondisi di Irak.
"Saya mendukung Obama. Saya pikir dia terbaik untuk Irak dan dunia... jika McCain menang, saya akan sedih," kata Mustafa Salah, seorang pekerja kantoran di Kota Basra, Irak selatan kepada kantor berita Reuters, Senin (21/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan orang berkulit hitam pernah diperlakukan sewenang-wenang di Amerika. Saya pikir dia akan merasakan penderitaan kami," kata Fadhil yang merupakan seorang dokter di Kirkuk.
Mengenai janji Obama untuk menarik pasukan AS dari Irak dalam waktu 16 bulan jika dirinya terpilih menjadi presiden, warga Irak punya pandangan berbeda-beda. Sebagian beranggapan, janji Obama itu tidak realistis. Yang lainnya menentang rencana tersebut karena mereka merasa pasukan keamanan Irak belum siap.
"Apa yang dikatakan Obama mengenai penarikan pasukan AS hanya untuk tujuan politik. Itu tidak realistis," cetus Munadhil al-Mayyahi, politikus independen di Kota Basra. (ita/iy)











































