Warga Kulonprogo tersebut tiba di Kampus UGM, Bulaksumur, Yogyakarta, sekitar pukul 11.00 WIB, Senin (21/7/2008). Warga datang dengan menggunakan sekitar 25 truk dan kendaraan roda empat lainnya. Mereka dikawal mobil patroli Polres Kulonprogo.
Selain berorasi, massa menggelar berbagai poster dan spanduk yang antara lain bertuliskan 'Tolak Pasir Besi', 'Satu Niat Satu Tekad Tolak Pasir Besi', serta 'UGM Tidak Berpihak Rakyat Kecil'.
Aksi warga Kulonprogo ini sempat diwarnai kericuhan. Hal itu terjadi ketika massa memaksa menuju Balairung di gedung pusat UGM. Padahal pihak UGM telah menyiapkan tempat dialog di Gedung Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri. Namun setelah dilakukan negosiasi, massa akhirnya bersedia berdialog ditempat itu.
Dalam orasinya warga Kulonprogo sempat mengkritik 'dukungan' UGM terhadap proyek penambangan pasir besi di daerah mereka. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU antara PT Jogja Magasa Mining dengan Fakultas Kehutanan UGM. (bgs/djo)











































