Pengacara dan aktivis HAM perempuan, Shadi Sadr mengatakan, kesembilan warga Iran itu didakwa berzina dalam kasus terpisah di berbagai kota Iran.
"Vonis mereka disetujui dan mereka bisa dieksekusi kapan saja," katanya kepada wartawan seperti dilansir harian Sydney Morning Herald, Senin (21/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, sebanyak 6 di antara 9 orang yang divonis mati itu, dakwaan mereka semata-mata didasarkan pada keputusan hakim dengan tanpa saksi mata ataupun pengacara.
Sebagian besar dari 9 orang itu berasal dari dari daerah-daerah Iran dengan tingkat pendidikan rendah. Bahkan beberapa orang tidak mengerti kasus yang dijatuhkan pada mereka.
Kesembilan orang itu berusia antara 27 tahun dan 50 tahun. Salah seorang di antaranya adalah guru musik yang didakwa melakukan affair dengan salah seorang muridnya. (ita/iy)











































