"Kami tidak percaya jika Very itu pembunuh atau pelaku mutilasi. Sebab dia bukan tipe anak nakal atau urakan," kata paman tersangka, Dedi Sudarsono (32), kepada detikcom saat ditemui di depan rumah Very, Minggu (18/07/2008).
Saat polisi datang dan memasang police line di rumah itu, kedua orangtua very, Ahmad (54) dan Saitun (47), hanya duduk terpaku di ruang tamu. Kecuali Dedi Sudarsono, sejak polisi datang, tidak seorang pun anggota keluarga atau kerabat Very yang bersedia ditemui wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika seorang wartawan menjelasakan kasus yang menimpa Very, Dedi langsung terdiam. Dengan mimik serius dan mata kosong, Dedi lalu balik bertanya ke wartawan. "Apa begitu kasusnya," kata Dedi setengah tidak percaya.
Rencananya, Senin 21 Juli besok, Polres Jombang dan Tim Forensik Polda Jawa Timur serta Densus 88, akan memeriksa rumah serta membongkar sejumlah tempat. Di rumah Very itu, diduga sejumlah barang bukti disembunyikan. (bdh/irw)











































