"Untuk usia prasekolah dan sekolah dasar, paling lama dia menonton TV 2 jam saja setiap hari. Itupun kontennya harus diseleksi," kata Ketua Koalisi Nasional Hari Tanpa TV, Guntarto, saat berbincang dengan detikcom, Minggu (20/7/2008).
Dia menjelaskan, ada dua hal yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegah pengaruh negatif TV pada anak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guntarto mengakui, kampanye Gerakan Hari Tanpa TV setiap tanggal 20 Juli masih terbatas menjangkau kalangan menengah ke atas saja. Kalangan menengah ke bawah yang notabene tak punya banyak pilihan berekreasi.
"Kampanye ini memang masih sebatas kelompok berpendidikan menengah dan berpendapatan menengah. Baru merekalah yang memahami pengaruh negatif televisi, harus ada kegiatan pengganti," jelasnya.
Meski demikian, lanjut dia, kampanye matikan TV memang tidak mudah dan belum bisa direspon dalam waktu dekat. Namun karena kampanye yang memasuki tahun ketiga ini punya tujuan jangka panjang, pihaknya menargetkan pada tahun kelima sudah meluas.
"Sehingga sudah mencakup kalangan menengah, dan diikuti kelompok di bawahnya yang mulai bisa menyadari itu," imbuhnya. (fiq/fiq)










































