Lokasi tepatnya adalah di desa Pakis Baru, kecamatan Nawangan, Pacitan, Jawa Timur. Lama perjalanan dari ibu kota kabupaten tempat kelahiran Presiden SBY ini, kurang lebih dua jam.
"Saya juga baru ke sini. Tempat ini cocok untuk wisata kebangsaan dan kewarganegaraan seperti Wisata Istana. Saya akan laporkan nanti pada presiden," kata Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng melalui telepon, Sabtu (19/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Markas komando Panglima Soedirman ini tidak lebih dari sebuah gubuk kecil sederhana dengan dinding terbuat dari anyaman bambu. Perangkat meja dan kursi tempat menyusun strategi gerilya dan ranjang kayu tempat Pahlawan Nasional itu beristirahat, masih utuh sesuai aslinya.
Sebuah musala yang dibangun saat pemugaran terakhir di era pemerintahan Presiden Habibie, terletak tidak jauh jauh di belakangnya. Sekitar 1,5 km dari situ berdiri patung perunggu Panglima Soedirman setinggi 15 meter.
Sayangnya situs bersejarah ini kurang disosialiasi, sehingga tidak banyak wisatawan mengunjunginya. Buntut dari sepinya pengunjung ini adalah perawatan situs yang terlihat ala kadarnya, seperti jalan mendaki menuju lokasi yang membutuhkan perbaikan.
"Padahal tempat ini setidaknya bisa untuk karya wisata anak-anak sekolah. Sambil napak tilas perjuangan Panglima Soedirman, mereka bisa sambil menanam pohon dan bunga di sekitar lokasi," pungkas Mallarangeng. (lh/gah)











































