Markas Komando Soedirman Akan Jadi Tempat Wisata Negara

Markas Komando Soedirman Akan Jadi Tempat Wisata Negara

- detikNews
Sabtu, 19 Jul 2008 17:46 WIB
Jakarta - Di puncak perbukitan Pacitan, ternyata terdapat sebuah situs sejarah penting era perang kemerdekaan RI. Yaitu markas komando perang gerilya pimpinan Panglima Soedirman dan patung Jenderal Besar RI pertama itu.

Lokasi tepatnya adalah di desa Pakis Baru, kecamatan Nawangan, Pacitan, Jawa Timur. Lama perjalanan dari ibu kota kabupaten tempat kelahiran Presiden SBY ini, kurang lebih dua jam.

"Saya juga baru ke sini. Tempat ini cocok untuk wisata kebangsaan dan kewarganegaraan seperti Wisata Istana. Saya akan laporkan nanti pada presiden," kata Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng melalui telepon, Sabtu (19/7/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat dihubungi, Mallarangeng yang sedang bersama Eddy Baskoro (putra bungsu SBY) baru saja usai napak tilas ke sana. Keduanya berada di Pacitan selaku Ketua DPP Partai Demokrat untuk mengikuti safari kampanye bagi kemenangan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf dalam Pilkada Jatim.

Markas komando Panglima Soedirman ini tidak lebih dari sebuah gubuk kecil sederhana dengan dinding terbuat dari anyaman bambu. Perangkat meja dan kursi tempat menyusun strategi gerilya dan ranjang kayu tempat Pahlawan Nasional itu beristirahat, masih utuh sesuai aslinya.

Sebuah musala yang dibangun saat pemugaran terakhir di era pemerintahan Presiden Habibie, terletak tidak jauh jauh di belakangnya. Sekitar 1,5 km dari situ berdiri patung perunggu Panglima Soedirman setinggi 15 meter.

Sayangnya situs bersejarah ini kurang disosialiasi, sehingga tidak banyak wisatawan mengunjunginya. Buntut dari sepinya pengunjung ini adalah perawatan situs yang terlihat ala kadarnya, seperti jalan mendaki menuju lokasi yang membutuhkan perbaikan.

"Padahal tempat ini setidaknya bisa untuk karya wisata anak-anak sekolah. Sambil napak tilas perjuangan Panglima Soedirman, mereka bisa sambil menanam pohon dan bunga di sekitar lokasi," pungkas Mallarangeng. (lh/gah)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads