"Hingga saat ini kami masih menunggu permintaan visum dari polisi. Dengan terlebih dahulu persetujuan keluarga. Kita juga menunggu dari pihak kedutaan," kata dokter jaga RSCM Evi Kuntoro di RSCM, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu (19/7/2008).
Dia menuturkan, mayat guru Jakarta International School (JIS) ini hanya akan diotopsi luar saja. Diperkirakan mayat itu telah meninggal lebih dari dua hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa luka yang tampak di tubuh Marjoti, diyakini karena luka benda tumpul. Namun luka itu juga dipastikan bukan penyebab kematian Marjoti. Untuk itu, lanjut Evi, darah dan urin Marjoti akan di cek.
"Dari otopsi luar, di lengan kanan atas ada memar," imbuh Evi.
Mengenai kepastian tanggal kematian Marjoti, kata Evi, RSCM akan meminta keterangan dari tempat ditemukannya Marjoti, di kamar di Hotel Kristal, Jl Terogong Raya, Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Diharapkan, koordinasi keduanya dapat diperoleh tanggal kematian wanita berkepala botak plontos ini. (ptr/gah)










































