Horee... Pangandaran Punya Pendeteksi Tsunami

Horee... Pangandaran Punya Pendeteksi Tsunami

- detikNews
Sabtu, 19 Jul 2008 12:45 WIB
Horee... Pangandaran Punya Pendeteksi Tsunami
Jakarta - Kabar gembira buat warga di Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat. Jika tsunami kembali datang, mereka sudah bisa mengetahuinya ketika alat deteksi tsunami yang baru dipasang berbunyi. Ngiuuung... ngiunngg!!

Alat pendeteksi bernama Municipial Integrated Tsunami Alert (MITA) ini dipasang di Pantai Barat Pangandaran pada Sabtu (19/7/2008). Alat ini merupakan temuan Staf Anggota Wantimpres Bayu Himawan dan Staf Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Ahmad Witjaksono.

Menurut Bayu, alat yang merupakan bentuk partisipasi Wantimpres ini, memiliki sistem peringatan yg cepat sehingga dapat membantu penduduk setempat untuk menyelamatkan diri sedini mungkin jika terjadi tsunami.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

''Peralatan bisa memberi warning secara cepat, 10-15 detik, kepada penduduk setempat. Butuh hitungan detik untuk penyelamatan dini,'' kata Bayu dalam sambutanya di Pangandaran.

Sementara itu, dalam kesempatan yang berbeda, Ahmad Witjaksono mengatakan selain dapat mendeteksi tsunami, alat yang bernilai tidak lebih dari Rp 500 juta ini juga dapat mendeteksi gelombang pasang.

"Sirene akan berbunyi jika ketinggian air kurang dari setengah meter dari batas surut normal dan setengah meter melebihi dari batas pasang normal," terang Ahmad sambil memeragakan bekerjanya MITA lewat sebuah miniatur.

Nantinya bukan hanya Pangandaran yang dipasangkan alat canggih tersebut. Rencananya, alat tersebut juga akan dipasang di Bengkulu dan Sumatera Barat.

Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, bencana kelautan akan selalu hadir dalam hidup bangsa Indonesia yang dikelilingi lautan. Nah, masyarakat diharapkan paham dengan ancaman berbahaya tersebut.

"Bahaya kelautan akan selalu hadir dalam kehidupan kita, oleh karenanya harus dipahami oleh masyarakat, terlebih masyarakat pesisir. Alat ini tidak akan berfungsi dengan baik jika masyarakat tidak turut berpartisipasi," ujar pria asal Papua ini.
(ana/ana)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads