"Dia yang bikin peraturan. Dia biang keroknya," katanya kepada wartawan di Kedai Tempo Utan Kayu, Jakarta Timur, Sabtu (19/7/2008).
Gus Dur pun meminta Andi diganti bila ingin Pemilu 2009 berjalan lancar. Menurutnya, negara ini sudah hancur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal putusan MA, Gus Dur menolak untuk berkomentar. Panutan warga Nahdliyin itu mengatakan baru akan mengumumkan sikapnya setelah rapat DPP PKB pada tanggal 23 atau 24 Juli mendatang. (gah/ana)











































